JAKARTA, beritadelapan.id – Isu mengenai keberadaan deep state atau kelompok kepentingan terselubung di dalam institusi strategis kembali menjadi sorotan publik. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah potensi berkembangnya praktik ini di sektor imigrasi. Jika dibiarkan, fenomena tersebut dinilai dapat memicu efek domino yang merusak perekonomian nasional hingga mengorbankan generasi muda.
Berdasarkan analisis visual yang berkembang di media sosial baru-baru ini, terdapat lima tahapan dampak sistemik atau efek domino yang saling berkaitan jika deep state di imigrasi terus berkembang:
1. Suap di Imigrasi Merajalela
Titik awal dari hancurnya sistem ini dimulai dari melemahnya integritas. Ketika deep state memegang kendali, praktik suap-menyuap dalam pelayanan maupun pengawasan imigrasi akan tumbuh subur dan merajalela. Birokrasi yang korup ini menciptakan ketidakpastian hukum.
2. Investor Enggan Berinvestasi
Sektor imigrasi merupakan gerbang utama bagi masuknya modal asing. Jika para pelaku usaha internasional dihadapkan pada pungutan liar dan sistem yang korup, tingkat kepercayaan mereka akan merosot tajam. Alhasil, para investor global akan memilih memindahkan modalnya ke negara lain yang lebih bersih dan transparan.
3. Investasi Mangkrak
Dampak langsung dari enggannya investor menanamkan modal adalah terhentinya berbagai proyek strategis. Investasi yang sudah direncanakan atau bahkan yang sedang berjalan berpotensi mangkrak akibat kendala perizinan imigrasi yang berbelit-belit dan sarat kepentingan sepihak.
4. Pabrik dan Lowongan Kerja Tidak Ada
Mangkraknya investasi secara otomatis memutus rantai ekspansi ekonomi. Tanpa adanya aliran modal, pembangunan pabrik-pabrik baru atau pembukaan sektor usaha baru akan terhenti total. Imbasnya, ketersediaan lowongan pekerjaan di pasar domestik akan menjadi langka.
5. Anak Muda dan Fresh Graduate Terdampak Paling Parah
Ujung dari efek domino ini harus ditanggung oleh generasi penerus bangsa. Minimnya lapangan kerja akibat investasi yang mandek membuat jutaan anak muda serta lulusan baru (fresh graduate) kesulitan mendapatkan pekerjaan. Angka pengangguran terdidik diprediksi akan melonjak tajam, menjebak mereka dalam ketidakpastian masa depan.
Catatan Redaksi: Fenomena ini menjadi alarm keras bagi pemangku kebijakan untuk segera melakukan reformasi birokrasi total dan memperketat pengawasan di sektor imigrasi. Jika rantai destruktif ini tidak segera diputus, impian Indonesia untuk menikmati bonus demografi justru bisa berubah menjadi bencana demografi. (B8-DeZ)


Posting Komentar