StzVFfONkVNub08QOzjWYWjFBVFoGv8oxXyAe1jn
Bookmark

​Tiongkok Pantau Ketat Hubungan RI-AS, Ingatkan Potensi Gangguan Stabilitas di Kawasan Asia Tenggara

​beritadelapan.id - JAKARTA, Pemerintah Tiongkok secara terbuka memberikan sorotan tajam terhadap semakin eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Pihak Beijing melontarkan peringatan mengenai dampak dari kedekatan tersebut terhadap stabilitas keamanan dan politik di kawasan regional.

​Sorotan ini muncul seiring dengan meningkatnya intensitas kerja sama strategis antara Jakarta dan Washington dalam beberapa waktu terakhir. Tiongkok menilai bahwa keterlibatan militer maupun politik yang terlalu dalam dari pihak luar di kawasan Asia Tenggara dapat memicu ketegangan baru dan mengganggu keseimbangan yang selama ini terjaga.

​Dalam keterangannya, pihak Tiongkok mewanti-wanti agar kerja sama antarnegara tetap mengedepankan prinsip perdamaian dan tidak ditujukan untuk menyudutkan pihak tertentu (zero-sum game). Beijing berharap Indonesia, sebagai pemimpin de facto di ASEAN, dapat terus menjaga politik luar negeri yang bebas aktif dan tidak terjebak dalam pusaran persaingan kekuatan besar (great power rivalry).

​"Stabilitas kawasan adalah kepentingan bersama. Kami berharap setiap interaksi bilateral dapat berkontribusi positif bagi perdamaian, bukan justru menciptakan sekat-sekat baru yang berisiko mengganggu keamanan regional," tulis pernyataan yang menjadi sorotan internasional tersebut.

​Sementara itu, Pemerintah Indonesia hingga kini terus menegaskan bahwa hubungan baik dengan Amerika Serikat maupun Tiongkok adalah bagian dari diplomasi demi kepentingan nasional. Indonesia berkomitmen untuk tetap menjadi jembatan perdamaian di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Laut Tiongkok Selatan dan kawasan Indo-Pasifik secara luas.

​Isu ini diperkirakan akan menjadi topik hangat dalam pertemuan-pertemuan tingkat tinggi antarnegara di Asia mendatang, mengingat posisi strategis Indonesia dalam peta geopolitik global.
(B8-DeZ) 
0

Posting Komentar